Banyak orang Indonesia, terutama profesional dan pasangan muda, yang berniat mencoba peruntungan di Singapura. Tapi saya sering mendengar teman-teman Indonesia yang setelah beberapa bulan / tahun mulai bosan karena kerja yang monoton, karir yang jalan di tempat, gaji yang segitu-segitu aja, atau sulitnya mencari pekerjaan baru ketika kontrak kerja lama sudah habis.
Padahal, di Indonesia, banyak dari mereka mungkin bisa menikmati gaya hidup yang lebih baik dan karier yang lebih variatif, walaupun dengan gaji yang lebih kecil.
Karena itu, kalau anda dapat tawaran pekerjaan di Singapura, jangan cepat-cepat semangat! Sebelum kadung tandatangan kontrak dan angkat kaki ke Singapura, cari tahu hal-hal berikut:
1. Berapa biaya hidup di Singapura untuk anda (plus anak/istri/suami, bila sudah berkeluarga) ? Apakah gaji yang anda dapatkan di Singapura bisa mencukupi untuk biaya hidup ini, plus masih ada sisa untuk tabungan dan kebutuhan darurat?
Ketika menghitung biaya hidup, jangan lupa masukkan biaya untuk kembali ke Jakarta 1-2x dalam setahun atau berlibur di negara-negara ASEAN lainnya. Anggaplah ini setara dengan kalau kita di Jakarta, sekali-sekali kita khan ingin jalan-jalan ke Jogja, Bali atau Bandung. Singapur kecil siiiihhh :-p
2. Apakah gaya hidup anda perlu berubah agar gaji anda mencukupi di Singapura? Kalau anda perokok, senang minum wine / cocktail, senang makan di restaurant, atau pecinta otomotif, siap-siap untuk cari pekerjaan sambilan atau mengorbankan hal-hal ini, karena mahalnya luar biasa.
Siap-siap pula untuk memulai di Singapura dengan menjadi anak kos di rumah susun (HDB apartment). Di Indonesia kita bisa tinggal dengan orang tua, kos bareng teman-teman, atau ngontrak rumah/apartemen berdua dengan istri. Di Singapura, mungkin gaji anda awalnya hanya cukup untuk sewa 1 kamar kecil untuk anda pakai berdua dengan istri, tinggal bersama keluarga Ibu Kos yang seringnya nggak helpful. Apakah anda siap untuk mengorbankan beberapa “fasilitas” yang sekarang anda bisa nikmati di Indonesia, demi pengalaman kerja di Singapura?
3. Pikirkan peningkatan gaji anda kedepan. Di Singapura, tidak mudah untuk naik gaji seperti di Jakarta. Bisa naik 10% setahun sudah lumayan banget. Sementara peningkatan biaya hidup bisa lebih dari 10% setahun. Selama 6 bulan terakhir saja, biaya bensin sudah naik sekitar 40%, makanan antara 10-20%, sewa kamar / apartemen juga bisa naik turun dengan prosentase yang besar.
Khusus untuk anda yang sudah berkeluarga, pikirkan juga bahwa dalam beberapa tahun kedepan, biaya hidup anda akan meningkat. Istri hamil. Anak masuk sekolah dan ikut les ini itu. Tambah anak. Orang tua bisa saja mulai sakit dan anda mungkin ingin mereka berobat di Singapura … anda ikut menanggung biayanya. Apakah anda yakin bahwa karier dan gaji anda akan terus meningkat untuk mengantisipasi perubahan-perubahan ini?
4. Apakah perusahaan yang menerima anda akan memberi anda peluang karier yang luas? Kalau tidak, apakah ini hal yang bisa anda terima untuk jangka waktu yang lama? Banyak perusahaan di Singapura tidak menawarkan perkembangan karier. Anda diterima jadi accounts officer dan selamanya anda akan jadi accounts officer. Anda jadi IT administrator, dan 5 tahun kemudian anda masih di posisi yang sama. Di satu sisi hal ini sering disebabkan terbatasnya kemampuan bahasa inggris / mandarin teman-teman Indonesia. Tapi di lain pihak … Singapura memang society yang seringnya tidak menawarkan tantangan baru bagi anggotanya. Kalau pendidikan anda civil engineering dan 2 tahun pengalaman anda di bidang konstruksi, sampai pensiun anda akan jadi civil engineer kecuali anda sekolah lagi dan mau mulai karier yang lain DARI AWAL. Hal ini tidak hanya berlaku untuk foreign professionals … orang Singapur pun banyak yang tidak mendapatkan variasi selama masa kerja mereka.
Bandingkan ini dengan di Indonesia … kalau anda berprestasi, anda bisa merasakan kerja di departemen yang berbeda-beda dalam satu perusahaan. Anda bisa dipromosi 2-3x setahun. Gaji anda bisa naik 2-3x lipat tiap kali anda di-hijack. Di Singapura, naik gaji 30% ketika dapat tawaran kerjaan baru saja sudah luar biasa …
Saya bukan ingin menakut-nakuti. Tapi jangan sampai anda angkat koper dan ketika di Singapura, anda berpikir, “Duh, kalo dulu tau gini ….. ”
11 responses so far ↓
chriezz // August 11, 2008 at 7:10 pm |
cool article…
keep posting yup…
bikin gue sadar jadinya klo banyak yg harus dipikirin sebelum berangkat kesana.
jgn bandingin gaji sana sama gaji jakarta, walaupun gede jg blom tentu cukup buat sebulan.
jadi kira2 gaji yg wajar buat hidup sendiri plus nabung di singapura berapa ya??
resi bismo // September 2, 2008 at 5:19 pm |
paling enak emang di indonesia (khususnya jakarta) minus macet dan polusi….
Nanya // April 9, 2009 at 7:24 am |
Thanks artikelnya. Saya sedang menimbang-nimbang apakah harus pindah ke S’pore atau Aussie.
Yang saya bingung, kok gaji di S’pore itu sangat kecil sekali, ya? Padahal katanya biaya hidup disana lumayan tinggi juga.
Bingung mau pindah kemana.
elinski // April 9, 2009 at 12:01 pm |
hi Nanya – e-mail aku aja di onedollar@hotmail.com u/ tanya detailnya, soalnya jawabnya bs panjang banget
klljk // June 8, 2009 at 3:27 pm |
Inflasi di indo 1 tahun nya berapa % bu ?
di indo boleh naik gaji 10% inflasi 15% buat apa ???? currency rupiah itu sangat lemah tiap tahun selalu terdepresiasi
You wrote :
Pikirkan peningkatan gaji anda kedepan. Di Singapura, tidak mudah untuk naik gaji seperti di Jakarta. Bisa naik 10% setahun sudah lumayan banget. Sementara peningkatan biaya hidup bisa lebih dari 10% setahun. Selama 6 bulan terakhir saja, biaya bensin sudah naik sekitar 40%, makanan antara 10-20%, sewa kamar / apartemen juga bisa naik turun dengan prosentase yang besar.
elinski // June 8, 2009 at 8:57 pm |
Inflasi dan kekuatan currency ga bisa dijadikan satu2nya benchmark u/ menilai standar hidup laahhh
Buktinya, walaupun inflasi di Singapur rendah (menurut anda di bawah 1%) kenyataannya cost of living setahun belakangan ini naiknya jauh di atas 1%.
Kalau kita bandingkan dari face value uangnya, tentulah Singapur menang … mereka berani nawarin gaji 3-4x lipat u/ pekerjaan yg sama di Jakarta. Tapi lihatlah dari purchase value of the money … gaya hidup seperti apa yang bisa kita dapatkan di negara tersebut dengan uang yang kita hasilkan di negara itu. Katakanlah kalau kita bilang di Jakarta mulai bisa hidup layak dengan 2-3 juta sebulan, di Singapur kita harus minimum dapat 4-5 kalinya u/ bisa menikmati gaya hidup yang sama (minus mobil).
Saya tinggal di Singapura bukan karena pekerjaan, tapi karena ikut suami. Dan saya ga pernah nyebut kalau saya ga suka Singapur loh!
Tapi kalo suami saya ga punya karier yang menjanjikan di Singapur, ya mendingan kita pindah ke tempat lain aja …
klljk // June 8, 2009 at 10:08 pm |
inflasi di sing tahun ini mungkin < 1%. kalau u da ga suka di sing ngapain ente masih disini ?
u Wrote:
inflasi di Indo u/ 2009 diperkirakan sekitar 6.2%
klljk // June 14, 2009 at 12:13 am |
hahahahhahha coba kita analisa ya kasih contoh2 yang simple aja perbandingan Fresh Graduate indo vs sing. asumsi Fresh graduate di sing itu foreigner d. ga di potong CPF. seandainya di potong CPF pun ini duit ga ilang kok bisa buat tabungan beli rumah / HDB. contoh d Fresh Graduate di indo di gaji cuma 4 juta/bulan. FG di sing gaji anggap d $2500/bulan. anggap biaya hidup 1 bulan $1500. masih sisa $1000. ini udah bisa buat beli iphone ($118), bisa beli hush puppies ($100-$200), bisa beli jam tangan merek swatch ($300 an). sisa $500. dalam 4 bulan $500×4 bulan =$2000 ini udah bisa minimal jalan2 ke hongkong 3D 2N. coba Fresh Graduate di Indo dalam 1 tahun mau jalan2 ke luar negeri dengan gaji anggap 4 juta/bulan mungkin mikir2 kali ya. kalau FG dari sing lebih bisa pake sepatu hush pupies, bisa beli jam tangan merek swatch, bisa jalan2 ke hongkong di bulan ke 4. di indo mau beli rumah yang layak dengan harga 600 juta musti kerja 10 tahun kali. di singapore dengan program CPF employer contribute 14.5% tabungan nya lebih cepat mana ya orang yang kerja di indo or di sing.
klljk // June 14, 2009 at 12:16 am |
ooh iya 1 lagi di indonesia itu gaji berapa persen sih Fresh Graduate yang bisa dapat gaji 4 juta / bulan ?
rata2 cuma di kasih 2 juta/bulan. 2 juta / bulan bisa beli apa ? hush puppies ? jalan2 ke hongkong ? hehehehhehehehe ada teman saya yang lulusan USA aja dia FG di gaji 7 juta / bulan masih ngoceh2 duitnya kurang. akhirnya kabur keluar negeri
elinksi // June 29, 2009 at 5:53 pm |
Hi klijk – fresh graduate di Indo memang dapetnya masih di kisarah 2-3 juta per bulan. A few lucky ones get to 4mio level.
But to be honest, berapa banyak fresh graduate dari Indo (bukan yang lulusan singapur and udah PR Singapur ya … artikel ini saya tulis untuk mereka yang belum pernah merasakan kerja di luar negeri dan bukan lulusan luar negeri)? Dari kebanyakan cerita yang saya dengar, jarang yang ditawari lebih dari $2000. Bahkan yang punya pengalaman 5-10 tahun dan Inggris-nya tokcer pun seringnya cuma ditawari cuma $3000 ….
Ok, memang gaji 2-3 juta, or even 4 juta, ga bisa u/ beli barang2 bermerek. But note that di Singapur, anything yang ga bermerek ‘tu kualitasnya memang agak2 memprihatinkan (karenanya saya ga pernah beli baju di Singapur. Yang bagus mahal, yang murah jelek). Di Indo, 100 ribu ($12) sudah bisa beli decent local branded clothes.
Most people’s quality of lives are not determined by how many branded goods they can buy …
Quality of life is determined by how long before you can start to afford a home, a car, a family, a decent education for your children, decent furnitures for your home, decent clothes to wear, being able to afford sit-down dinners every now and then, and being able to take vacations every now and then – not necessarily overseas. Kalo di Singapur emang namanya holiday kudu keluar negeri, lha wong kecil … kalo di Indo, bisa jalan2 ke Bali is equally satisfying kok
marjorie // July 10, 2009 at 2:02 pm |
Underneath the glitter and blink-blink…
…nobdy speaks Singlish, Melayu nor Mandrin to each other. Theyr spoken on a very artificial level, di lobby di telpon; sekalinya ketemu, face-face, yang dipakai teow-chew, hakka, hokienese, khu, sinhalese, tamil,… orang Indonesia disana punya bahkan lebih tebal polyglot!
Airnya…
Untuk minum sebulan, max. Slepas itu anak-ku rindu air MY atau Evian atau – c,mon be honest – aqua, yang biarpun pada $2.40 per 500 ml di 7-11 dia rajin bawa kemana-mana.
Bingung setiap habis minum, “That was water?..”, mereka-pun rajin ganti cairan tubuh dengan Tiger beer ($5-$6), excuse-nya melepas lelah setelah bekerja.