Thoughts from Little Singapore

Kenapa Orang Indonesia Terobsesi Mount Elizabeth Hospital

March 20, 2009 · 32 Comments

Dua tahun tinggal di Singapura, saya jadi sering ditanyai teman dan saudara tentang dokter-dokter spesialis yang bagus untuk second opinion. Karena nganggur, saya jadi sering iseng-iseng browsing di internet, tanya-tanya teman yang sudah tinggal lama di Singapur, telpon-telpon klinik, sampai dateng ke klinik untuk cari informasi mulai dari ahli bedah gigi, dokter kandungan, biaya rawat inap, sampai oncologist.

Rekomendasi dari teman-teman di Singapura bervariasi, dari dokter di klinik dan RS privat (seperti Thomson, Camden, Gleneagles) sampai dokter rumah sakit pemerintah (seperti NUH, SGH).

Herannya, hampir semua teman dari Indonesia akhirnya memutuskan untuk tetap pergi ke rumah sakit yang “menurut mereka” maha oke dan maha bisa: Mount E.

Padahal, ada banyak hal tentang Mount E yang membuat saya (dan banyak orang lain di Singapura) agak2 ngeri ama Mount E:

1. MAHAL JO!!!!! – Baru kemarin saya membandingkan biaya operasi dan rawat inap antara Mount E dan National University Hospital (NUH). Biaya operasi full knee-cap replacement (operasi u/ mengganti tempurung lutut) termasuk rawat inap seminggu di Mount E sekitar $50,000 all inclusive dengan kondisi 1 kamar 2 pasien. Dari biaya ini, S$30,000 adalah u/ biaya profesional (atawa biaya dokternya doang….). Di NUH, biaya untuk operasi yang sama + rawat inap seminggu hanya sekitar $22,000, di kamar yang tidak sharing dengan orang lain.

And anda mungkin berpikir, “Ya beda laaah …. RS pemerintah dan RS swasta khan seperti membandingkan RSCM dengan Graha Medika ….”

Which brings me to #2:

2. RS Pemerintah Singapur gak nelangsa seperti RS pemerintah Indonesia. Berkali-kali saya datang ke Mount E, RS ini ga lebih perlente dari RSCM. Gedungnya lama, ga pernah ada tempat parkir, menu makanan terbatas (saya pernah nungguin tante saya dirawat disana, dan menu-nya diulang tiap 3-4 hari. Kasian tante saya bosen ngeliat makanan yang sama, akhirnya saya selalu beliin makanan diluar). Dari kamar pasien ke tempat dokternya, saya harus turun ke lobi dari gedung pertama, lalu pindah gedung, lalu naik lift lain ke klinik dokternya. Ini kalo kita ga salah naik lift … beda lift, anda bisa nyasar ga tau di klinik siapa …. Sementara teman saya yang pernah berobat di Singapore General Hospital, Camden Medical Clinic and National University Hospital bilang, “NUH ga ada yang ngalahin. Efisien, rapi, kemana-mana gampang. Mau jemput di MRT station pula!”

3. Dokter di RS Pemerintah justru rajin riset. Hal ini saya perhatikan terutama di dokter2 NUH, karena banyak dari senior doctors mereka adalah dosen di National University Singapore Faculty of Medicine. Teknologi, metode diagnosa dan teknik pengobatan mereka justru dijadikan acuan oleh dokter-dokter rumah sakit swasta di Singapur. After all, banyak dokter di rumah-rumah sakit swasta itu justru murid dari dokter-dokter RS pemerintah (khan dokter swasta sibuk layanin pasien Indonesia, ga sempet riset deeeehhhh …. :-) . Lagipula, pemerintah Singapura sadar bahwa medical science adalah salah satu kekuatan mereka, karenanya mereka benar-benar invest di infrastruktur, tenaga profesional dan fasilitas rumah sakit mereka. Rumah-rumah sakit swasta, tentunya, tidak termasuk dalam program pemerintah ini …

And saya ngerti kalau rekomendasi teman sangat berpengaruh dalam keputusan orang u/ memilih satu dokter dibanding dokter lain. Jadi, kalau si A recommend Dr. Billy di Mount E ke temannya, lalu temannya akhirnya dateng ke Dr. Billy u/ kasus medis yang sama, wajar lah. Tapi yang saya ga ngerti, walaupun ga ada personal recommendation, kok ya tetep milihnya ke Mount E … padahal ga tahu persis dokter mana yang bagus…. taunya cuma “Kata teman/saudara/tante/om, Mount E oke!”

Setelah membanding2kan plus and minus dokter swasta dan pemerintah di Singapur (karena, pikirnya, saya mau nolong temen2 yang cari informasi), saya jadi berpikir, “Kalau dari awal emang niatnya ke Mount E, trus ngapain minta tolong cari info ya? Ya langsung telpon aja dokter terserah di Mount E, langsung bikin appointment ….” :-)

Apa mungkin karena Mount E lokasinya di Orchard ya, jadi cari hotel & shopping gampang? Tapi kalo gini berarti namanya bukan berobat dong, tapi pelesir :-)

[untuk teman-teman yang pernah minta tolong saya u/ cari info, jangan sensi yaaaa .... aku mau bantuin terus kok. Cuman bingung aja, kok kayaknya Mount E dewa banget gitu loh, padahal aku yang sudah mondar mandir kesana berasanya, "Yee... kok gini doang?" :-) ]

Catatan tambahan dari saya (penting nih!!! :-)

1. Karena kesibukan saya beberapa bulan kedepan, mungkin saya tidak bisa mengecek comment2 yang masuk ke blog saya sesering biasanya. Jadi supaya informasi untuk anda tidak tertunda, saya usulkan untuk browsing di beberapa website RS Singapura seperti www.nuh.com.sg, www.sgh.com.sg, www.ttsh.com.sg, atau Google Search “National Healthcare Group” untuk info awal.

2. Karena banyaknya comment dari teman-teman yang minta informasi (plus terbatasnya space saya di wordpress), saya memutuskan u/ menghapus comments dari temen2 yang sudah saya jawab baik via wordpress, YM ataupun e-mail. Ini sekaligus u/ mengingatkan saya, comment2 mana yang masih perlu saya tanggapi.

2. Kalau temen2 mau tanya informasi dokter atau RS yang recommended di Singapur, mohon informasikan kondisi anda, diagnosa dokter di Indonesia (kalau ada), jenis pengobatan yang disarankan dan sedang dijalani, dan jenis dokter yang anda cari di Singapura. Kalau pertanyaannya hanya, “Dokter bedah mana yang bagus di Singapur?” Saya mau bantu susah, karena ada ratusan dokter bedah yang bagus dan spesialisasinya beda-beda. Tapi kalau anda menulis (misalnya) anda didiagnosa slipped disc dan mau cari dokter bedah ortopedis, saya jadi lebih mudah cari infonya :-)

Categories: Life in Singapore
Tagged: , , , ,

32 responses so far ↓

  • Firman // April 9, 2009 at 6:43 pm | Reply

    Setuju dengan tulisan anda. Beberapa minggu lalu ada artikel di Straits Times mengenai Mount E. Basically Mount E dikomplain sama kedutaan Arab Emirates karena selama ini warga negara mereka sering di “overcharge”. Orang Dubai yang duitnya banyak aja merasa diporotin, kok kita malah mau gaya-gaya an hehehe… BTW, bokap mertua gue baru aja berobat di Changi General Hospital setelah berbulan-bulan nggak sembuh2 diobatin di MMC & RSCM. Ke Changi General Hospital satu hari langsung beres… dokter Singapur pancen oye…

  • day // May 27, 2009 at 3:24 am | Reply

    elinski,dulu bokap gw ke tan tock seng dan ke mount E. ember mount E memelas gitu ya, gak upgrade sejak dari jaman 80-an gw ke situ kynya gak ada perubahan. tan tock seng malah lebih keren, tp emang rada jauh sih dr tempat tinggal (krn kita tinggal di orchard). tp mount E emang buset deh pengeretan banget, temen gw bilang klo operasi di mount E itu semua sak sampe sarung tangan operasi di charge ke pasien.

  • Friha // June 20, 2009 at 9:03 pm | Reply

    Hallo Elinski,salam kenal
    papaku mau brobat dsingapore krn infeksi lmbung.
    aku boleh minta saranx gak RS apa yg bgs?
    thx sblumx

  • yessie // September 23, 2009 at 11:40 am | Reply

    saya punya keluhan kayaknya mulai ada kerusakan di ginjal saya. rencananya saya ingin berobat ke nuh,kira2 ke dokter siapa yach and menghub siapa utk biasa booking dulu. oh iya kira2 kalo mau general check up berapa yach di nuh. trims

    • elinski // October 7, 2009 at 11:34 pm | Reply

      Hi Yessie, maaf reply-nya agak lama … apakah kerusakan ginjalnya ini sudah diperiksa di Indo, atau baru dugaan anda sendiri? Kalau baru dugaan sendiri aja, saya usul terbang ke Bumrungad Hospital di Bangkok untuk general check up. Suami saya ambil executive check up (paket check up paling lengkap, termasuk x-ray 3 dimensi bola matanya, laser surgery untuk ngangkat beberapa mole, plus konsultasi dokter mata, dokter kulit, dan dokter yang biasa baca hasil general check up … ) biayanya separonya Singapore. Orang Singapore dan sampe orang2 dari Dubai dan Qatar pun pada terbang kesini untuk check up. Hasilnya keluar dalam satu hari (atau 1 hari satu malam, tergantung kapan tesnya), RSnya baru, kinclong, five-star hotel service, everyone speaks English.

  • Leo // October 5, 2009 at 11:56 am | Reply

    Halo, salam kenal. Saya lg cek2 informasi RS+dokter di singapore. Papa saya bulan 2 kemaren habis operasi pengangkatan kanker lambung stlah itu jalanin kemo dan radio. Mslhnya skrg stlh abis operasi sampe skrg papa susah makan, makan/minum sesuap muntah lebih dr yang dia makan/minum. Dan kemaren dari hasil endoskopi bahwa usus papa tersebar jenis kanker signet ring cell. Apakah kira2 Ms. Elinski bisa kasi input RS dan dokter mana yang bagus? Thanks buat infonya ya. Rencana malam hari ini kita mau berangkat ke singapore soalnya papa tidak ada kemajuan sama sekali stlah berobat di penang.

    • elinski // October 5, 2009 at 12:22 pm | Reply

      Hi Leo. Susah makan / minum dan muntah emang efek samping yg normal dari kemoterapi, kadang ampe berbulan2 setelah kemo-nya selesai. Coba kamu cari product yang namanya IMMUNOCAL – dia seperti susu, tapi bisa dicampur dengan jus atau minuman lain (ada temenku yang minum itu dicampur kopi :-) . Opaku dan banyak temenku minum ini selama kemoterapi … dan bantu banget … bantu u/ naikin berat badan, jaga tekanan darah supaya ga turun terus, bekas luka (infus / operasi / memar2) lebih cepet hilang, dsb. Opaku malah rambutnya ga rontok, napsu makannya ga hilang, ga mual dllsb … Dia non chemical, susu yg tdk melewati proses pasteurisasi sehingga nilai gizinya seperti susu murni.

    • elinski // October 5, 2009 at 12:24 pm | Reply

      Leo, untuk kanker yg sudah agak2 kompleks, aku usul pergi ke Singapore General Hospital karena National Cancer Center di Singapur ada di SGH. Satu lagi yg aku recommend ya NUH. tapi jangan ke Singapur tanpa bikin appointment dulu ya … bisa nunggu 1-2 hari sebelum ketemu dokternya, khan sayang …. coba aja ke nuh.com.sg atau sgh.com.sg and liat2 profil dokternya. Let me know kalo aku bisa bantu bikinin appointment

  • Leo // October 5, 2009 at 1:06 pm | Reply

    thanks buat infonya ya ms. elinski. Saya dah baca2 profil dokter di NUH tapi rata2 hampir sama jadi binggung dokter mana yang cocok dan bagus buat papa. Apakah ada saran untuk dokternya? thanks.

  • Awal // October 7, 2009 at 10:52 am | Reply

    maaf, kakak saya kena Kista Endometryosis. Boleh minta tolong dicarikan referensi Dokter dan Rumah Sakit di Singapura yang bisa mengobati??
    Terima kasih sebelumnya

    • Eka Wulansari // October 14, 2009 at 11:35 am | Reply

      Hi,Awal..

      Saya mau kasih saran sebaiknya ke Dr.O&G Dr.Christine Yap.Soalnya saya pengalaman dg dia.Orangnya enak diajak diskusi.
      Untuk bikin appointment bisa melalui saya,kebetulan saya suka bantu temen2 yg ingin berobat ke Singapore ( banyak kenal Dr.sana,krn ada koneksi )jgn kuatir ini appointmentnya free lo..saya kan bukan agent,cuma bantu aja.Untuk temen2 yg perlu bantuan lain bisa contact ke 021 975 54237 atau email ke eka_wulansari@yahoo.com

  • Tiara // October 9, 2009 at 4:47 pm | Reply

    hai ka . salam kenal yah . posisi sy MIC di salah satu perusahaan Assistance di jkt
    senior sy pernah bilang knapa orng ind lbh suka ke ME . karna IPAC , sejenis marketing office gtu deh lebih dulu ada di ind dr pada NUH yg baru berjalan sekitar 3 thn . mungkin itu alasannya .

  • dani // October 16, 2009 at 8:19 pm | Reply

    hallo.. kaka saya punya anak dengan diagnosa utama paralisis diagfragma, unilateral dextri dan diagnosis penyertaan pneumonia pseudomonas aerufinosa,asd sekudum kecil. dia baru berumur 1.5 bulan hari ini dan selama itu dia belum pernah ada dirumah… sudah berobat di RS> Sarjito dan kami belum dapat perkembangan yang bagus, mungkin jika di singapura memungkinkan biaya dll, bisa kami minta tlg referensinya.. trims…

    • elinski // November 2, 2009 at 12:51 pm | Reply

      Hi Dani, coba lihat2 websitenya KK Women and Children Hospital ya. Kalau ada dokter yg cocok, bisa kirim e-mail diagnosa anaknya, terapi dan perkembangannya gimana, supaya mereka bisa kira2 apakah tindakan dokter di Jakarta sudah tepat atau perlu dicek ulang disana. Semoga anaknya cepat sembuh yaaa :-)

  • Epi Daskian // October 16, 2009 at 10:29 pm | Reply

    Hello Elinski, salam kenal yaa..
    Sy sedang mencari Dokter Specialis Jantung untuk PCTA yg berpraktek di NUH, sy sdh menjalani pemasangan Stent di Jakarta tahun lalu dan sekarang ingin melakukan check up, sy berharap anda bisa memberikan informasi, terima kasih sebelumnya.
    Epi.

  • andhika // October 25, 2009 at 7:18 pm | Reply

    Halo eka, sy andhika, rencananya sy dan anak sy keira (2 tahun) akan ke singapura utk berobat, anak sy keira menurut dokter jakarta mengalami haemangioma di bibir bawahnya, waktu lahir gak ada tapi setelah 2 minggu muncul dan semakin besar sampai akhirnya statis, menurut dr jakarta haemangioma tsb akan hilang sendirinya pada umur 5 sd 7 tahun, sy berharap bisa bertemu dr spesialis yg bisa menangani haemangioma pada anak sy, sy mengharapkan tidak ada tindakan operasi, mohon saran ya, trima kasih

    • elinski // November 2, 2009 at 12:46 pm | Reply

      Hi Andhika, coba google search KK Women and Children hospital di Bukit Timah. Mereka mestinya punya spesialis u/ tangani hamangioma :-)

  • Ulrike // October 26, 2009 at 8:03 pm | Reply

    Please help me info dokter kandungan bagus di Singapore..Thank’s..

  • debbie // November 2, 2009 at 12:44 am | Reply

    menrt 3 dokter ind 2 bilg kiste yg 1 indrometrosis,tp anehnya sy tdk mempnyai keluhan2 yg disbtkan dokter.utk memastikan sy ingin membw k sing,sekalian general chek up.sdg suami sy dianjurkan operasi jg krn hernia.tlg diinformasikan sebaiknya k dr dan rs mana?kami maunya yang bgs tapi g mhl2,tq

  • debbie // November 2, 2009 at 12:57 am | Reply

    hey elinski mau nanya lg klo k penang periksanya kan biayanya lbh mrh ya?gimana ya enak k penang at sing sy bingung.nrt km penang apa jg bagus?makasih seblmnya

    • elinski // November 2, 2009 at 12:42 pm | Reply

      Hi Debbie, aku nggak punya informasi kalo ke Penang. Yang aku tau lebih bagus (baik layanan, kecepatan maupun fasilitasnya) dan lebih murah dari Singapur adalah Bumrungad Hospital di Bangkok. Kalo kista/endometriosis, coba ke KK Women and Children Hospital. Tapi kalau mau di 1 RS dengan suami, coba Tan Tock Seng Hospital di Novena. Monggo google aja … 2 RS ini milik pemerintah jadi harganya ga akan kayak Mount E atau Raffles laaah :D

  • anto // November 2, 2009 at 7:08 pm | Reply

    elinski, saya mau tanya dokter kulit dan kelamin yang bagus di singapore, dokter apa ya dan di rumah sakit mana ya ? khussusnya ahli soal kelamin. thx

    • elinski // November 4, 2009 at 10:47 am | Reply

      Hi Anto, boleh tau kasus persisnya apa? Ada ratusan (if not ribuan) dokter kulit / kelamin di Singapur, dan sub-spesialisasi mereka beda2.

  • bunga // November 3, 2009 at 2:56 pm | Reply

    hii..
    salam kenal yaaa..
    aku mau tanya nih, mama ku mau general check up..
    keluhan siy penyakit org tua, biasa.. kira2 di rs apa ya yg bagus? thx yaaa…

    • elinski // November 4, 2009 at 10:49 am | Reply

      Bunga, kalau general check up saya usul di Indonesia saja. Apalagi kalau mama sudah tua … travelling is a hassle. Di Singapura general check up mahal dan hasilnya nggak bisa dapat di hari yang sama, jadi masih ditambah biaya nginep dllsb. Kita aja kalau mau general check up lebih seneng di Bangkok atau Jakarta. Paling pergi ke Singapura ‘tu kalau ada diagnosa tertentu yang perlu second opinion.

  • bunga // November 3, 2009 at 3:02 pm | Reply

    oh iyaa, kalo gak kberatan, kira2, berapa biaya nya untuk general check up di nuh/sgh? makasi yaaaaa….

  • Metha // November 4, 2009 at 9:41 am | Reply

    Hii…Elinski

    Tertarik dengan percakapan kamu, saya dan mertua ada rencana mau ke Sing, rencananya mau ke SNEC karena mertua ada masalah dengan matanya. Dr mata yang biasa tangani di medan saran ke Dr. Piah pong di Mount E tapi kayaknya mahal banget ya, gimana menurut kamu bisa bantu ngak. rencana berangkat minggu depan dan apakah surat rujukan itu bisa di pakai di SNEC??? tq

    • elinski // November 5, 2009 at 4:20 pm | Reply

      Hi Metha, coba kamu lihat http://www.snec.com.sg u/ daftar dokter dan bikin appointment dngan dokternya. Jangan coba2 dateng bawa surat rujukan tanpa bikin appointment karena mereka bener2 hanya mau ketemu dg kamu Monday-Friday BY APPOINTMENT ONLY. Surat rujukan berlaku universal. Yang lebih penting dari surat rujukan adalah kamu hubungi RS-nya u/ minta appointment :-)

      Kalo soal penginapan, tergantung … SNEC ada di beberapa lokasi, jadi nginep dimana tergantung lokasi kliniknya lah. Kalo mau yang gampang dan ga mahal ya nginep di Hotel Ibis di Bencoolen Street, ke klinik mereka yang mana pun naik taksi deket :-)

  • Metha // November 4, 2009 at 9:49 am | Reply

    o ya… ini juga yang pertama kali mau kesana, bisa bantu info soal penginapan dan tarif berobat di SNEC tidak ya?

  • Anwar // November 4, 2009 at 4:18 pm | Reply

    hi, sy Anwar, sy menderita penyakit sinusitis , kata dokter di Jakarta harus di operasi karena hasil CT scan sinus saya itu pan sinusitis, saya ingin tanya dokter sinusitis yang bagus di singapore. terima kasih sebelumnya.

    • elinski // November 5, 2009 at 4:15 pm | Reply

      Hi Anwar, kamu sudah second opinion ke dokter THT lain di Jakarta? Dulu aku pasien dr. Aida, spesialis THT di MMC. Dokter THT di MMC punya fasilitas TV monitor sehingga kita bisa langsung lihat ada apa di hidung / telinga / tenggorokan kita ketika dimasukkin kayak selang kecil yang ada kameranya itu. Dulu aku pernah ke tiga dokter spesialis dikira radang pita suara / radang tenggorokan plus batuk alergi … setelah hampir sebulan minum segala macem obat resep ga sembuh akhirnya ke dokter Aida and dia bilang cuma ada seperti bintil kecil di tenggorokanku yang bikin gatel. Dia kasi salep dengan selang yang panjang itu, 3 hari kemudian langsung sembuh!

  • elinski // November 2, 2009 at 12:49 pm | Reply

    Btw lagi, Sri, kamu sudah tes alergi u/ hal2 lain selain debu? Aku dulu ikut tes alergi untuk lebih dari 20 jenis zat kimia, dan ternyata mildly allergic ke seafood, pisang (dan buah bergetah lainnya), coklat, telor dllsb. Jadi begitu kondisi ga fit, aku harus hindari semua makanan ini. Kalau sehat, aku bisa makan segala dalam batas wajar asal tidak tiap hari. Ya pantes aja dulu sering sakit … lha wong dulu biar batuk2, tapi pisang dan telor hantam terus :-)

Leave a Comment