Thoughts from Little Singapore

Entries tagged as ‘Eropa Barat’

Cara Ngirit Di Eropa :-)

June 26, 2008 · 15 Comments

Semua orang mimpi bisa jalan ke Eropa, tapi sedikit yang tau cara enjoy di sana dengan dana terbatas. Dari pengalaman dua kali keliling Eropa Barat, saya ingin berbagi pengalaman dengan teman-teman yang ingin angkat koper dan terbang ke sana :-)

1. Keliling kota dengan bus turis double-decker. Tidak perlu ikut tur untuk mengunjungi atraksi-atraksi menarik di sana. Hampir semua kota besar di Eropa Barat mengoperasikan bus turis (lihat gambar). Kita tinggal beli karcis harian seharga 15-22 Euro (bisa juga beli yang berlaku 2-3 hari) dan kita bebas keluar masuk bus yang berhenti di semua atraksi turis di kota itu, dari pagi sampe atraksinya pada tutup.

Dengan cara ini, kita bisa sesukanya pilih-pilih mau ke mana, nggak seperti grup tur yang kadang membawa kita ke tempat-tempat garing tapi kita mau nggak mau ikut rombongan. Kalo cape jalan, kita tinggal duduk di ice-cream parlor atau nangkring di taman untuk people-watching. Nggak ada tour guide yang koar-koar sambil ngibar-ngibarin bendera perusahaannya, “Ayo semua kembali ke bis, sudah telat niiiiyyy…..1, 2, 3, … 19, … duh, Pak Aan mana ya? Ada yang lihat Pak Aan pergi ke arah manaaaaa???” :D

Bus ini juga dilengkapi audio guide, semacam tape dalam berbagai bahasa, tinggal colok earset kita ke channel bahasa yang kita pilih, yang memberi keterangan tentang tiap atraksi dan daerah yang sedang dilewati. Kadang-kadang di bis kita juga dikasi segepok kupon diskon restoran, tiket masuk dan toko. Lumayaaaan … :-p

2. Makanan enak tidak harus mahal. Di Eropa, makanan mahal belon tentu lebih enak. Sama lah kayak di Indo … mana ada sop kaki kambing seenak tendanya Pak Dudung Roxy? Di Roma, misalnya, resto terenak yang kami sambangi harganya ga sampe 20 Euro untuk berdua (www.lapilotta.com), termasuk minum. Padahal resto-nya keren, lokasinya juga mentereng, persis di luar Basilica St. Peter, Vatikan.

Selain itu, anda sebenernya nggak perlu makan duduk 3x sehari khan? Beli roti foccacia dan makan sambil duduk di taman, atau beli kebab di kios takeaway di Istanbul, itu sudah sekenyang makan duduk tapi harganya ga sampe separonya.

Kalau anda ingin makan duduk, carilah restoran yang menunjukkan menu BESERTA harganya di pintu masuk. Kami kena tipu di Istanbul karena ngiler ngeliat makanan yang dipajang di display (kayak resto Padang gitu deh … semua dijembreng di display, kita tinggal milih). Makanannya emang endang, tapi waktu bonnya dateng …. ALAMAK!!! …. kok lebih mahal dari resto-resto mengkilap di Roma and Athena? Ga mungkin banget gitu loh … wong ‘ni restoran ga lebih mentereng dari ruko-nya kwetiaw siram Jangkung di Green Ville, lokasinya di gang buntu pula … :-(

Satu lagi tips soal makanan: sebelum masuk resto, tanya apakah mereka mengenakan service charge. Seringnya di menu mereka ga sebut kalo ada service charge, padahal di tempat-tempat populer (seperti Piazza San Marco di Venezia), service charge restoran bisa sampe 20%!!!!

3. Jangan cari hotel yang namanya terkenal. Hotel di Eropa ‘tu mahal banget, apalagi kalo berbintang, bagian dari international hotel chain, and lokasinya keren. Padahal kita pakenya cuma buat mandi dan tidur. Karena itu, kalo cari hotel, jangan terpaku sama nama tertentu (Hyatt, Le Meridien, Sheraton, apa lah), apalagi sok nyari yang fasilitasnya lengkap dengan kolam renang (demi anak, katanya), in-room internet (demi urusan kantor), ya di ya da … forget it! Lagi liburan kok mikirnya internet. Apalagi kolam renang … ga akan kepake! Kalopun ada kolam renang, paling seumprit … dingin pula! Enakan berenang di pantai :D

Cukup cari hotel yang lokasinya bagus (deket makanan , halte bus turis dan tempat shopping) dan kamar yang comfortable. That’s all you need, really!

Contohnya gini. Waktu di Barcelona, kami nginep di Hotel Montecarlo. Lokasi ga ada lawan, di Las Ramblas. Bintang empat, tapi bukan international chain. Di sana harga kamar standarnya 160 Euro. Kalo saya gila nama dan, misalnya, milih nginep di Le Meridien di lokasi yang sama, harga kamar standardnya 210 Euro. Tuh, tiap malem saya sudah ngirit 50 Euro atawa Rp750 ribu. Tapi sebenernya saya juga bisa nginep di Aparthotel Citadines, apartemen studio persis di sebelahnya Montecarlo, yang harganya “cuma” 100 Euro semalem. Kamarnya ga lebih kecil karena dimodel seperti apartemen, tapi mereka cuma bintang dua dan ga terkenal.

Jangan langsung termakan tawaran travel agent – seringnya mereka ‘tu main nawar-nawarin kamar hotel tanpa pernah lihat kondisinya gimana. Banding-banding di www.tripadvisor.com atau www.zuji.com – bisa bandingin harga puluhan/ratusan hotel sekaligus, dan tamu-tamu hotelnya suka nulis testimonial jadi kita dapet referensi yang obyektif laaah.

4. Jaga dompet, jangan buka peta di jalanan. Hati-hati, Eropa banyak copet :D terutama di Spanyol dan Turki. Di Spanyol kami malah sempet lihat tukang copet (ganteng pula!!!!) beraksi, dan ketangkep polisi. Karena itu, jaga dompet anda baik-baik, dan jangan buka-buka peta di pinggir jalan. Kalo nyasar, masuk aja ke toilet, toko atau lobi hotel, baru buka peta di sana. Semakin orang liat kalo kita turis nyasar, semakin rentan kita jadi korban pencopet atau tukang tipu yang nawarin segala macem barang ke kita dengan harga yang mehita :-/

5. Jangan shopping di tempat yang ditunjukkan tour guide. Kalo setelah membaca posting ini anda tetap kekeuh ikut grup tur, setidaknya ingat satu pesan saya: jangan shopping di tempat yang direkomendasikan tour guide. Mereka mendapat komisi yang besar untuk tiap barang yang anda beli, tapi komisi ini kemudian di-charge ke customer (baca: ANDA!)

Kami pernah juga ikut-ikut tur satu hari selama di Italia dan Yunani, dan berhasil nemu barang-barang lucu dengan harga 1/3 atau separo dari barang yang sama di toko yang direkomendasikan tour guide terchayank … :D

So far sih rasanya itu dulu … kalo inget tips-tips lain, saya akan update. Have a good trip!

Categories: Travel
Tagged: , , , , ,