Thriving in Singapore

Sudah baca artikel sebelumnya “Singapore: A Land of Opportunities?” Masih mau coba-coba merantau ke Singapur?

Ini ada beberapa resep sukses untuk dapet kerja dan hidup sukses di Singapur:

1. Proof read CV dan surat lamaran Employer sering ignore CV atau application letter yang grammar-nya salah-salah dan ada spelling mistake. Ditambah lagi, sebagai perantau, kita harus membuktikan bahwa kita jauh lebih baik dari orang lokal yang mereka bisa hire. CV dan application letter kita harus lebih bagus dari orang lokal. Jadi, sebagai non native-speaker, carilah teman native speaker atau teman yang Inggrisnya tokcer untuk lihat dan mengomentari CV dan surat lamaran kita. Kalau mau lebih niat lagi, lihatlah CV teman yang orang Singapur dan bandingkan dengan CV kita sendiri …. mana yang lebih menarik.

2. Modifikasi CV anda sesuai kriteria di lowongan pekerjaan – kalau anda punya pengalaman sales, customer service, project management, administrasi dan SDM di perusahaan yang sama selama 6 tahun, misalnya, sementara pekerjaan yang lowong adalah sales, jangan tulis pengalaman anda pindah-pindah departemen. Instead, fokuskan deskripsi anda di bidang-bidang yang terkait dengan sales. Jadi, kelihatannya pengalaman anda lebih fokus dan anda punya kesempatan lebih besar untuk dipanggil interview atau dapat kerjaan. Dan begitu anda diterima bekerja, baru tunjukkan bahwa pengalaman anda menclak menclok di berbagai departemen sebenernya justru membawa nilai lebih untuk perusahaan anda🙂

3. Cari tahu biaya hidup di Singapur sebelum menerima tawaran gaji. Ada orang-orang, tidak hanya dari Indonesia tapi juga dari negara Asia Tenggara lainnya, yang terima tawaran pekerjaan karena posisi dan gajinya kelihatannya lebih tinggi dari pekerjaan mereka sekarang, tapi akhirnya di Singapura hidupnya mepet banget. Tanya orang-orang yang pernah tinggal di Singapur, berapa gaji yang normal untuk pekerjaan tersebut (catatan: kadang-kadang, orang Indonesia dibayar lebih rendah dari orang lokal untuk posisi yang sama), dan berapa biaya hidup yang terkini karena biaya hidup di Singapura sekarang sedang heboh-hebohnya naik.

4. Belajar agresif – Indonesia punya budaya rendah hati dan tidak menjual diri. Tapi Singapur adalah negara kiasu dimana orang berlomba-lomba jadi nomor satu, nggak ada yang mau kalah. Kalau kita mau didengar dan dihargai, kita harus punya confidence untuk menjual pengalaman dan kelebihan kita saat interview dan bekerja.

5. Siap-siap sekolah lagi – sekali lagi, Singapura bukan tempat coba-coba. Kalau anda tidak punya pengalaman dan pendidikan yang solid di bidang / industri yang anda lamar, jarang sekali ada yang menawari anda kerjaan. Seperti saya … dengan pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman di bidang komunikasi dan pemasaran, saya hanya bisa bekerja di bidang itu. Kemungkinan bahwa saya akan diterima jadi, misalnya, executive secretary atau staf SDM nyaris nol walaupun di pekerjaan saya, saya pernah mengerjakan hal-hal itu. Karena itu, kalau anda mau pindah bidang atau meningkatkan kemungkinan anda dapet kerja, siap-siaplah sekolah lagi untuk ambil sertifikat di bidang yang membuat CV anda lebih menjual.

6. Jadilah permanent resident – kalau anda sudah tinggal di Singapur beberapa lama, jangan jadi pemegang employment pass terus. Cepat-cepatlah jadi permanent resident. Dengan jadi PR, anda bisa beli rumah susun di secondary market, punya kesempatan lebih besar untuk menyekolahkan anak di public school, bisa ikut segala macam undian berhadiah (aduh ga penting banget yak!!!), bisa jadi anggota National Library gratis selama-lamanya, dan punya dana pensiun (CPF fund) yang bisa digunakan untuk agunan kredit rumah atau kendaraan. Plus, izin tinggal anda di Singapur tidak tergantung pada perusahaan tempat anda bekerja. Kalaupun anda kehilangan pekerjaan, anda tidak akan kehilangan izin tinggal.

Kalau dapat ide lain yang sudah terbukti efektif, nanti artikel ini saya edit. Sambil tunggu update, boleh lah coba ide-ide diatas, kabari saya tips-nya manjur apa enggak🙂

18 thoughts on “Thriving in Singapore

  1. halo mbak,,,infonya bermanfaat banget mbak.thanks ya.Aku juga sempat tergiur dengan kehidupan metropolis di Spore n kepengen nyoba kerja di Spore.Tapi terkadang juga mikir lagi, bisa ngga ya dengan skill yang aku punya bisa berkarir di Spore. Trus, mbak sendriri udah sambil kerja juga di Spore?

  2. hii … menarik neh cerita kamu …
    saat ini aku sudah dpt kerja neh di Singapore, next week sudah sampai sana … boleh share donk …biaya hidup buat 1 istri and 2 anak neh .. kira2 berapa yaa ? please info yaaa… … takut ngak cukup neh … karena ngak ada yang bisa kasih infoooo ……

  3. Hi elinski, aku mau tanya kalo mau buat PR singapur dari indonesia gimana ya?
    buat di indo bisa ga?? biayanya??
    mau coba apply job ke SG tapi gak punya PR singapur, sedangkan diharuskan punya PR.

    untuk biaya hidup minimal penghasilan perbulan berapa ya?
    tolong infonya ya🙂
    Thanks ya🙂

  4. hi Sakura85 – u/ bikin PR Singapur kamu mesti dapet kerja dulu di Singapur, atau menikah sama PR/citizen Singapur😀

    Sebelum resesi, perusahaan2 Singapur mau kok tawarin kerjaan ke orang2 Indo yang belon PR. Kalo job vacancy-nya udah jelas2 nulis “For Singaporean citizens and permanent residents only” ya ga usah apply🙂

    Biaya hidup tergantung … masih single atau sudah berkeluarga? Punya pacar di Indo? Seneng clubbing ga? Minum alkohol / merokok ga? Mending buzz saya di YM aja (ID: elina_ciptadi) supaya lebih enak … jawab disini kepanjangan euy!

  5. aku mau bgt tggal di sing mbak, maju tnya2 dungk boleh tak? aku da 2x kesana, cukup jatuh hati degan kehidupan di sana..cita2 jadi PR disana, yah complicated…kerjaan ku juga brhubgan degan ornag2 sana, kepantok di bahasa mbak, masih blom jago bgt nih,,please give me your advice yah..thnks berat

  6. Hi Mila – kalo bahasa inggris kamu belon bagus (baik tulisan maupun lisan), kesempatan kerja u/ kamu terbatas di hal2 yang teknis (mis: book keeping, IT troubleshooter, graphic design) dan karir kamu ga akan maju2. Daripada kepentok di kerjaan yang itu2 aja di Singapur hanya karena language barrier, aku lebih recommend tinggal di Indonesia, dimana kamu punya lebih banyak kesempatan u/ perform karena bahasa bukan satu-satunya kriteria untuk maju.

  7. hi mbak. aku direkomen nih ama mila…aku udah kerja di indo as a drughtwoman…aku pengen bgt nyoba bisa kerja di sing as an architect. abis kayanya di sana lebih pesat pembangunannya. tp masalahnya, aku udah search di jobsdb/jobstreet/st701 dll…tp ga ada yg open buat yg non-pr…cari dimana lagi ya mba?temenku advice, coba aja tinggal 1-2 bln di sana buat khusus cr kerja…tp kok kayanya tlalu riskan…thx ya mba…

  8. hi Uthie – mungkin Singapur adalah salah satu negara Asia yang paling duluan terkena dampak resesi.

    Aku sangat ga recommend u/ orang2 Indo pada resign dari kerjaannya di Indo, trus tingal di Singapur 1-2 bulan sambil nunggu lamaran kerja. Terlalu riskan u/ saat ini…. bisa2 nunggu-nya ga 1-2 bulan, tapi setahun dua tahun :-p

    Mungkin kalo ekonominya udah membaik, bisa dicoba.

  9. wah thx ya mba…untung aku lom sempet nurut ama temenku itu. btw, ada rekomen web ato cara laen ga ya untuk cari kerjaan di singapur dr indo…tp yg open untuk non-pr. karna jarang bgt kayanya…
    thzx buanget ya mba. sukses!

  10. hallo mbak salam kenal,,sy sekrang lagi first graduate di indo ambil administrasi publik,,,setelah saya finished di indo,,saya punya planing buat ngmbil master di spore,,yang baru saya tau &ckup kompeten di bidang sy Lee Kuan Yew Universityy,,nmun untuk kuliah di sana saya harus punya pengalaman kerja duluu,, yg saya tnyakan ke mbak kalo misalkan after finished first graduate saya bisa ga mbak kalo saya kerjaan di sana without eperience job,,tapi dgn skill yg saya punya?untuk penonjang saya ngambil master nanti mbakk,,tolongg reportnya ya mbakk,,oh ya sya add ym mbak,,thanks for u’r attention : )

  11. Hi, mabk Elina,
    Salam kenal, saya Nala. Rencana pindah kerja ke Sing. tahun depan. Kantornya di Chinatown Point. Saya mau bawa istri dan satu anak (2 tahun). Kira-kira bisa gak ya dapet 2br private apartment dengan budget 1500. Trus buat living cost kira-kira berapa ya?

    1. Nala – coba kamu jadi anggota indo-sing@yahoogroups.com u/ tanya2, kali2 malah ada yang mau nyewain🙂. Mestinya kalo HDB sih budget segitu masih bisa, tergantung kamu mau lokasinya dimana, AC engga, dllsb. Chinatown masih agak2 mahal.

      u/ cost of living aku jawab langsung ke japri ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s