Cara Ngirit Di Eropa :-)

Semua orang mimpi bisa jalan ke Eropa, tapi sedikit yang tau cara enjoy di sana dengan dana terbatas. Dari pengalaman dua kali keliling Eropa Barat, saya ingin berbagi pengalaman dengan teman-teman yang ingin angkat koper dan terbang ke sana🙂

1. Keliling kota dengan bus turis double-decker. Tidak perlu ikut tur untuk mengunjungi atraksi-atraksi menarik di sana. Hampir semua kota besar di Eropa Barat mengoperasikan bus turis (lihat gambar). Kita tinggal beli karcis harian seharga 15-22 Euro (bisa juga beli yang berlaku 2-3 hari) dan kita bebas keluar masuk bus yang berhenti di semua atraksi turis di kota itu, dari pagi sampe atraksinya pada tutup.

Dengan cara ini, kita bisa sesukanya pilih-pilih mau ke mana, nggak seperti grup tur yang kadang membawa kita ke tempat-tempat garing tapi kita mau nggak mau ikut rombongan. Kalo cape jalan, kita tinggal duduk di ice-cream parlor atau nangkring di taman untuk people-watching. Nggak ada tour guide yang koar-koar sambil ngibar-ngibarin bendera perusahaannya, “Ayo semua kembali ke bis, sudah telat niiiiyyy…..1, 2, 3, … 19, … duh, Pak Aan mana ya? Ada yang lihat Pak Aan pergi ke arah manaaaaa???”😀

Bus ini juga dilengkapi audio guide, semacam tape dalam berbagai bahasa, tinggal colok earset kita ke channel bahasa yang kita pilih, yang memberi keterangan tentang tiap atraksi dan daerah yang sedang dilewati. Kadang-kadang di bis kita juga dikasi segepok kupon diskon restoran, tiket masuk dan toko. Lumayaaaan … :-p

2. Makanan enak tidak harus mahal. Di Eropa, makanan mahal belon tentu lebih enak. Sama lah kayak di Indo … mana ada sop kaki kambing seenak tendanya Pak Dudung Roxy? Di Roma, misalnya, resto terenak yang kami sambangi harganya ga sampe 20 Euro untuk berdua (www.lapilotta.com), termasuk minum. Padahal resto-nya keren, lokasinya juga mentereng, persis di luar Basilica St. Peter, Vatikan.

Selain itu, anda sebenernya nggak perlu makan duduk 3x sehari khan? Beli roti foccacia dan makan sambil duduk di taman, atau beli kebab di kios takeaway di Istanbul, itu sudah sekenyang makan duduk tapi harganya ga sampe separonya.

Kalau anda ingin makan duduk, carilah restoran yang menunjukkan menu BESERTA harganya di pintu masuk. Kami kena tipu di Istanbul karena ngiler ngeliat makanan yang dipajang di display (kayak resto Padang gitu deh … semua dijembreng di display, kita tinggal milih). Makanannya emang endang, tapi waktu bonnya dateng …. ALAMAK!!! …. kok lebih mahal dari resto-resto mengkilap di Roma and Athena? Ga mungkin banget gitu loh … wong ‘ni restoran ga lebih mentereng dari ruko-nya kwetiaw siram Jangkung di Green Ville, lokasinya di gang buntu pula …😦

Satu lagi tips soal makanan: sebelum masuk resto, tanya apakah mereka mengenakan service charge. Seringnya di menu mereka ga sebut kalo ada service charge, padahal di tempat-tempat populer (seperti Piazza San Marco di Venezia), service charge restoran bisa sampe 20%!!!!

3. Jangan cari hotel yang namanya terkenal. Hotel di Eropa ‘tu mahal banget, apalagi kalo berbintang, bagian dari international hotel chain, and lokasinya keren. Padahal kita pakenya cuma buat mandi dan tidur. Karena itu, kalo cari hotel, jangan terpaku sama nama tertentu (Hyatt, Le Meridien, Sheraton, apa lah), apalagi sok nyari yang fasilitasnya lengkap dengan kolam renang (demi anak, katanya), in-room internet (demi urusan kantor), ya di ya da … forget it! Lagi liburan kok mikirnya internet. Apalagi kolam renang … ga akan kepake! Kalopun ada kolam renang, paling seumprit … dingin pula! Enakan berenang di pantai😀

Cukup cari hotel yang lokasinya bagus (deket makanan , halte bus turis dan tempat shopping) dan kamar yang comfortable. That’s all you need, really!

Contohnya gini. Waktu di Barcelona, kami nginep di Hotel Montecarlo. Lokasi ga ada lawan, di Las Ramblas. Bintang empat, tapi bukan international chain. Di sana harga kamar standarnya 160 Euro. Kalo saya gila nama dan, misalnya, milih nginep di Le Meridien di lokasi yang sama, harga kamar standardnya 210 Euro. Tuh, tiap malem saya sudah ngirit 50 Euro atawa Rp750 ribu. Tapi sebenernya saya juga bisa nginep di Aparthotel Citadines, apartemen studio persis di sebelahnya Montecarlo, yang harganya “cuma” 100 Euro semalem. Kamarnya ga lebih kecil karena dimodel seperti apartemen, tapi mereka cuma bintang dua dan ga terkenal.

Jangan langsung termakan tawaran travel agent – seringnya mereka ‘tu main nawar-nawarin kamar hotel tanpa pernah lihat kondisinya gimana. Banding-banding di www.tripadvisor.com atau www.zuji.com – bisa bandingin harga puluhan/ratusan hotel sekaligus, dan tamu-tamu hotelnya suka nulis testimonial jadi kita dapet referensi yang obyektif laaah.

4. Jaga dompet, jangan buka peta di jalanan. Hati-hati, Eropa banyak copet😀 terutama di Spanyol dan Turki. Di Spanyol kami malah sempet lihat tukang copet (ganteng pula!!!!) beraksi, dan ketangkep polisi. Karena itu, jaga dompet anda baik-baik, dan jangan buka-buka peta di pinggir jalan. Kalo nyasar, masuk aja ke toilet, toko atau lobi hotel, baru buka peta di sana. Semakin orang liat kalo kita turis nyasar, semakin rentan kita jadi korban pencopet atau tukang tipu yang nawarin segala macem barang ke kita dengan harga yang mehita:-/

5. Jangan shopping di tempat yang ditunjukkan tour guide. Kalo setelah membaca posting ini anda tetap kekeuh ikut grup tur, setidaknya ingat satu pesan saya: jangan shopping di tempat yang direkomendasikan tour guide. Mereka mendapat komisi yang besar untuk tiap barang yang anda beli, tapi komisi ini kemudian di-charge ke customer (baca: ANDA!)

Kami pernah juga ikut-ikut tur satu hari selama di Italia dan Yunani, dan berhasil nemu barang-barang lucu dengan harga 1/3 atau separo dari barang yang sama di toko yang direkomendasikan tour guide terchayank … 😀

So far sih rasanya itu dulu … kalo inget tips-tips lain, saya akan update. Have a good trip!

24 thoughts on “Cara Ngirit Di Eropa :-)

  1. Hi daf, tips u/ weekend sebenernya sama seperti tips 1, 2, 4 di atas. Tapi pas hari biasa mendingan sudah liat brosur2 tourist attractions dan bikin rencana mau kemana, cari tau beli tiket yang paling murah dimana dan berapa lama u/ pergi dari 1 tempat ke tempat lain.
    Paling enak siy udah internet search dari sekarang, sebelum berangkat.

  2. Tips yang bagus..banyak hal yang bisa diirit.

    Bus double decker yang Anda maksud justru harganya lebih mahal dibanding pakai bus kota. Biasanya selalu ada bus kota nomor tertentu yang tujuannya adalah untuk turis.

  3. Hi Dina saya di Istanbul ga nginep di hotel (nginep di kapal).

    Yang jelas Grand Bazaar di Istanbul asik u/ cari suvenir, tapi nawarnya mesti kuat … seperti kalo ke Mangga Dua. Mulai dari less than half price.

    Saya sempet mampir ke Blue Mosque and Hagia Sofia. Katanya Topkapi Palace lebih keren lagi dari 2 tempat ini.

    Di daerah sekitar Grand Bazaar juga ada jalan2 kecil yang penuh toko. Biasanya 1 jalan jualannya sama semua (ada 1 jalan yang khusus jual lingerie, 1 jalan khusus jual men’s clothes, etc.). So keep your eyes open aja, and bring a map🙂

  4. hai,salam kenal…
    impian aku ke eropa,tp kalo pake tour budget USD1500 -3000,kalo independent gitu brapa ya kira2 dg trip yg sama dg tour…roma.belanda.paris,swiss,inggris thx

    1. Hi Lenni – $1500-3000 dari travel agent ‘tu cukup reasonable. Europe is expensive. Tapi kalo ikut travel, kamu mau ga mau ikut programnya, entah suka atau engga. Kalo pergi sendiri spt aku, tur-nya sendiri jauh lebih murah, tapi harga tiket n hotel lebih mahal karena engga group booking.

      Kalo km bisa dapet tiket ke 1 European country (coba cari ke Paris, Amsterdam atau Rome) di bawah US$800 return, kemungkinan km bisa backpacking sendiri lbh murah dari tur. Tinggal jalan2 pake open-top bus seperti yg aku tulis. Cari tiket low season. Antara akhir Jan-Feb karena itu pas winter, turis2 Asia pada males kesana. Atau Sep-Nov. Dari 1 negara ke negara lain naik Eurostar aja, ga perlu naik pesawat (kecuali bisa nemu European budget airline kayak Ryanair). Bawa segepok popmie supaya ga boros di makan. Kalo makan resto, minta minum tap water aja – gratis. Nginep di hostel. And bw obat, vitamin, dllsb dr Indo – jangan sampe mesti beli obat diluar negeri, mahallll euyyyy….

  5. Saya suka banget baca tipsnya, bener2 tips yang ok. Punya tips buat cari tiket ok buat ke eropa juga ga? Mungkin bisa bantu saya.. Terimakasih banyak

    1. Banding2 aja harga tiket travel agent dengan online (zuji.com, tripadvisor.com, atau website masing2 airline). Kadang2 online gives you very good deals.

  6. Wah..interest sekali nich baca pengalaman Anda. Tolong info dong, kita mo berangkat di liburan lebaran ini, beberapa kesempatan harus cari makan sendiri di Eropa, tapi denger2 banyak yang pingsan lihat tagihan bonnya. Gimana kiatnya supaya perut tetap bisa kenyang tapi ga nguras kantong..Thx a lot ya

  7. nice info….

    pengen juga jalan2 ke eropa, tp budget terbatas
    so pengen ngincer beasiswa S2 yg ke eropa aj heheee…

    btw, sist punya sodara atoga kenalan di eropa gt? ato pas jalan2 emg ngandelin feeling aj?

    thanks….

    1. Hi ercubic – aku ga ada sodara di Eropa. Tapi sekarang ngatur perjalanan gampang kok, semua info ada di internet. Segalanya dari tiket, hotel, sewa mobil kita booking online. Kita beli buku panduan (kayak bukunya Lonely Planet gitu deh) buat pegangan, sisanya insting aja🙂

  8. halo mbak… tipsnya oke banget untuk para backpacker;)… eropa emang gak pernah ada matinya, selalu pengen kesana dan kesana lagi:)..

    saya boleh minta tips dan petunjuk lagi gak? Juli ini saya sekeluarga total berlima akan ke eropa. Base camp kami adalah di Cologne, Germany, tempat kakak saya kuliah masternya.

    Kota-2 yg akan dikunjungi adalah Venice, Barcelona, Paris, Brussel, dan Amsterdam. Untuk Brussel, rencananya hanya akan singgah saja.

    Bila tidak keberatan, bisakah saya meminta referensi hotel di kota Venice, Barcelona, Paris, dan Amsterdam sekiranya mungkin mbak sudah pernah mengunjungi kota2 tersebut?

    Saya sudah mempunyai data dari http://www.booking.com, tapi ingin menambah referensi. Sebetulnya liburan juli besok adalah liburan ke eropa saya(plus ibu dan kakak saya) yg kedua, kebetulan kami memiliki pengalaman tak enak pada liburan pertama 2 thn lalu saat di kota paris, sehubungan dengan pemilihan lokasi hotel yang dibuking ternyata jauh dari pusat kota, bertanya ke petugas-2 bandara CDG paris yang sangat jutek tidak mendapat kejelasan, akhirnya kami malah menginap di bandara saja😦 (faktor utamanya adalah karena ibu saya mengalami culture shock)

    Karena itu, jika tidak keberatan saya ingin meminta saran lebih lanjut. Terima kasih sebelumnya mbak:)

    1. @ Astiti, saya juga kurang tau kalau masalah nginep di sana karena dulu saya ikut cruise, jadi nginepnya ya di kapal. Coba ke http://www.zuji.com atau tripadvisor.com deh … mereka ada dari budget hotel sampai five star hotel. Kita sering pakai dua website ini dan so far keterangan dan review dari mereka biasanya reliable🙂

  9. Sayang, hanya beberapa contoh negara Eropa saja. Bagaimana di Zurich Zwitserland? Katanya biaya hidupnya paling mahal di dunia, mengalahkan Tokyo Jepang.

    1. @ Walang Ngekek: contohnya ya dari negara2 yg sudah saya kunjungi dong. Kalo belon saya kunjungi ya saya nggak qualified u/ nulis laah😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s