Beneran Sakit ?

Dua minggu ini tante saya opname di RS Mount Elizabeth Singapur karena gangguan ginjal, sehingga selama seminggu lebih saya bertemu dengan beberapa pasien lain dari Indonesia yang menginap di ruang yang sama.

Yang saya bingung, pasien-pasien ini datang dan pergi tiap hari. Mereka paling hanya menginap 1-2 malam. Kalau menginapnya hanya 1-2 malam, berarti khan penyakitnya ga terlalu serius ya?

Jadi saya mulai tanya-tanya, “Tante sakit apa? Om sakit apa?”

Dan jawaban mereka membuat saya terbengong-bengong. Ada yang kena muntaber. Ada yang cuma batuk, tapi sudah dua bulan nggak sembuh. Ada yang cuma anemia (kadar Hb rendah) dan ke Singapur cuma untuk ditransfusi 1 ampul lalu pulang.

Now my question is … apa dokter di Indo segitu parahnya, sampe orang-orang Indo ini harus ke Singapur untuk transfusi darah 1 ampul, atau untuk ngobatin muntaber?

Saya bisa mengerti kalau orang Indonesia berobat ke Singapur untuk minta second opinion atau perawatan untuk penyakit-penyakit serius. Ayah saya minta second opinion dari dokter Singapur setelah berobat untuk “infeksi jamur” yang membengkakkan lehernya selama dua tahun di Indonesia … dan ternyata bagian yang bengkak itu adalah tumor ganas, bukan jamur. Grrrrr…..

Tapi kalau untuk penyakit sehari-hari seperti batuk, muntaber dan anemia, yang bener aja …. masa sampe harus ke RS Singapur, yang kamar kelas standarnya aja sudah habis jutaan per hari, belum termasuk fiskal dan tiket untuk pasien plus bedol desa keluarga yang nemenin jaga di RS?

Belum ditambah language barrier …. walaupun dokter-dokter dan suster di Mount Elizabeth bisa bahasa Melayu, apa iya kita bisa sepenuhnya mengerti apa yang dia omong dan bebas tanya jawab … lha wong sama dokter suster di Indonesia yang bahasanya sama pun kita suka salah ngerti.

Memang kadang-kadang dokter Indonesia suka nyebelin. Kalo kita tanya-tanya mereka suka bete, terkadang diagnosanya terburu-buru atau salah. Tapi itu khan bukan berarti kita sampe harus terbang ke Singapur untuk dapat second opinion atau perawatan yang memadai. Misalnya, kalau satu internist meragukan, apa nggak ada internist yang lain tanpa harus ke luar negeri?

Saya nggak anti dokter luar negeri. Kalau saya punya sakit serius dan tidak mendapat diagnosa yang memadai dari dokter di Indonesia, saya pasti minta second opinion dari dokter lain (di Indonesia) atau bahkan ke luar negeri untuk memastikan.

Tapi …. masih nggak habis pikir kenapa orang yang cuma batuk, diare atau anemia sampai pergi ke Singapur …….

7 thoughts on “Beneran Sakit ?

  1. Sebenernya di Singapur juga banyak kasus. Ada yang minta advance payment u/ fisioterapi 20-30x visit (padahal … siapa tahu cuma 3 visit udah sembuh???). Ada yang give out plastic surgery without a proper license.

    Banyak yang overpriced juga. Temenku ada yang pergi ke dental surgeon di Tanglin Shopping Center (aka daerah turis, banyak dikunjungi bule and orang2 Indo) and diketok $1000 u/ root canal 1 gigi, sementara temenku yang lain (sama2 foreigner) cuma kena sekitar $200 di government hospital.

    Anakku health check up (cuma u/ keperluan admin sekolah aja) kena $52 sementara temen2nya yang pergi ke internationally-recognized clinic (katanya) kena ratusan dollar.

    Jadi sebenernya the field is not greener in Singapore. The Indonesians just never get to hear the malpractices and bad business practice committed in Singapore …

  2. Benernya aku juga kaget medical tourist dari indo ke singapur jumlah buanyak bgt…
    Terlanjur skripsi’q bhsnya medical tourist yg k s’pore jadi de aku sadar orang indo doyan bgt buang duit
    Kayak kemaren aku ketemu dipesawat waktu balik dari tokyo…
    Harus transit singapur..
    Ketemu om и tante tajirr..
    Mereka heran liat aku pake boot… Secara musim dingin di jepang…
    Ya uda karna uda diajak ngobrol.. Ngobrol de kita…
    Aku tanya… Om tante ngapain ke singapur? Iya nih general check up..
    •ÖöÖöÖ• Pikirku tajir cuy general check up ke singapur
    Yang parah begitu aku tanya berapa lama di singapur? Jawabannya 1 minggu’an lah…
    Busett general check up apa operasi lama amat….?!? Нёнё☺☺

  3. yg pasti ada juga ke singapura sekalian jlnjln dan berobat, krn lebih enak di singapura dr pd di jakarta. dan ada uang lebih, klu pas pas san uangnya gak bakal ke singapura lah. ,,,,,hhhh

  4. anak saya bayuk kronik berulang 4 tahun lebih, di jkt udah puluhan dokter, dari tht, spesialis anak paru, pencernaan, alergi, asma, tp gak sembuh sembuh, sdh 3x opname, diagnosanya gak ada yang jelas, skrg sdh kebal antibiotik oral, mesti pakai suntik, pingen bawa ke singapore, biaya patungan keluargs gpp, kasian anak saya, kalau batuk parah banget dan aneh, tapi ya itu, masak batuk aja mesti ke singapore, malu maluin doktet indonesia aja kan, kira kira gimana ya, bawa atau gak ya ke singapore, bingung,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s