Ngirit Biaya Pernikahan

Mau menikah, tapi ekonomi lagi resesi? Mau pesta yang ga mahal, tapi berkesan? Berikut beberapa tips yang bisa saya bagikan, berdasarkan pengalaman mengurus pernikahan sendiri plus bantu-bantu kawinan teman.

1. Jangan pesta di hotel. Biaya catering hotel jauh lebih mahal daripada catering di gedung pertemuan. Berdasarkan hitungan saya di tahun 2007, biaya makan per orang di hotel bintang lima sekitar Rp250,000 sementara di gedung biayanya ga sampe Rp100,000 per orang. Belum lagi hotel menetapkan minimum revenue antara 200-300 juta-an. Kalaupun tamu anda ga banyak dan anda hanya akan spend uang di bawah minimum revenue, anda harus “memaksa diri” untuk pesen item-item yang anda nggak perlu hanya untuk memenuhi minimum revenue ini. Dengan menghindari hotel, anda sudah akan irit puluhan juta.

2. Wedding cake tidak perlu besar. Wedding cake is a total waste of money, kalau dulu saya nggak dipaksa orang tua saya u/ pesen cake saya nggak akan pesen. Akhirnya kompromi, kita tetep pesen, tapi cuma 3 susun kecil aja. Toh kue itu bener2 cuma u/ photo opportunity aja, simbolis doang (mana kue-nya biasanya cuma dummy, bukan kue betulan gitu loh… so cheesy!!!!). Dan tamu-tamu kita tetep happy dan merasa pesta kita nggak kekurangan suatu apa pun tanpa kue itu …

3. Do you really need video??? Saya sewa videographer yang videonya hanya kami tonton satu kali, setelah itu masuk kotak. Admit it … berapa orang yang nonton wedding video-nya berkali-kali? Sama seperti VCD / DVD film2 … biasanya kita beli hanya untuk tonton sekali. Kalau anda mau irit, lupakan videografer. Selain anda nggak akan lihat video-nya berkali-kali, format digital yang mereka gunakan hari ini akan usang dalam waktu yang tidak lama (dulu pake video Beta, lalu keluar VHS. Setelah VHS, ada VCD. Sekarang pake DVD. Siapa bisa jamin kalo format DVD nggak akan diganti dengan format lain dalam beberapa tahun kedepan?). Minus video, anda sudah irit 3-15 jutaan tergantung videografer-nya ngetop atau engga.

4. Dekor minimalis. Ada banyak cara membuat dekor yang cantik tanpa memenuhi ruangan dengan standing flower yang hanya akan menghalangi view para tamu. Anda bisa downgrade fresh flower ke bunga plastik. Anda bisa gunakan bunga yang mekar sepanjang tahun, jangan yang musiman. Kurangi jumlah standing flower, atau jangan gunakan standing flower yang menjulang sampe 2 meter. Gunakan bunga yang jamak ditemukan di kota anda (chrysanthemum, mawar, sedap malam, etc.) jangan cari yang impor (tulip, lily, etc.). Tidak perlu menutupi tembok dan atap gedung dengan ratusan meter kain hanya untuk mencocok-cocokkan warna. Gunakan backdrop yang dekorator anda sudah punya stock-nya, jangan minta dibuatkan baru.

Saya bisa recommend dekorator saya yang harganya bersahabat tapi dekornya tetap “wah”, di http://w3.weddingku.com/collections/partnerdetail.asp?partnerid=26916&zona=JKT

5. Cari fotografer yang mau menyerahkan high-resolution file semua foto. Kebanyakan fotografer hanya mau memberikan master file foto2 yang anda pilih, sisanya anda hanya dapet foto ukuran thumbnail, atau malah ga dikasi sama sekali. Akhirnya, in the spirit of preserving the memories, anda keluar uang tambahan berjuta-juta untuk print foto, bikin album tambahan, beli master file, dllsb. Kami mengirit jutaan rupiah karena menggunakan fotografer yang mau memberikan master file semua photo, sudah high resolution, selain beberapa album foto plus foto kanvas. Nggak ada biaya tak terduga seperti yang dialami kebanyakan pengantin.

Seringkali fotografer akan argue, “Copyright dari foto-foto ini adalah hak kami, karena yang ambil fotonya khan kami … ini standard practice di bisnis fotografi” This is (excuse my language) BS. Karena itu, sebelum anda bayar DP fotografer, pastikan ada kontrak tertulis bahwa copyright / hak cipta dari foto adalah HAK KLIEN setelah klien membayar sesuai perjanjian. Kalo foto model, misalnya, mereka memang ga dapet copyright dari foto2nya karena mereka tidak membayar fotografer untuk motret mereka …. itu pun kalo fotografer main terbitkan fotonya tanpa setahu model-nya, modelnya bisa nuntut. Apalagi ini … anda bayar, anda jadi obyek fotonya, trus master file-nya dianggap milik fotografer? This is absolute non-sense.

Saya bisa rekomendasikan fotografer saya (www.sudutfoto.com), yang mau memberikan high-resolution CD dari semua foto

6. Libatkan teman-teman dan saudara anda. Dengan melibatkan teman dan keluarga, saya tidak perlu bayar MC bilingual (yang harganya 3-5 juta per orang untuk bahasa inggris yang kadang-kadang masih kepleset juga), tidak perlu wedding organizer, tidak perlu bayar desainer undangan, tidak repot bolak-balik ke Mangga Dua untuk beli printilan ini itu yang kurang, and di hari H saya sama sekali nggak perlu ngurus apa-apa, pokoknya tinggal nongol and keliatan cantik🙂 Kalau anda punya temen-temen yang jago nyanyi atau musik, mereka ditanggep aja untuk kawinan anda, jadi anda tinggal sewa sound system aja.

Untuk menghindari “pertikaian” :-p , harus dijelaskan dari awal siapa saja yang anda minta terlibat, dan berikan mereka tugas yang spesifik. Misalnya, saya minta teman kantor saya untuk jadi MC, sepupu saya mendesain undangan, teman baik saya untuk jadi koordinator acara hari H, tante A bagian jalan-jalan ke Mangga Dua, tante C bagian ngawasin catering hotel, tante D bagian pegang ang pao, dsb.

7. Jangan paksakan diri beli paket kalau anda nggak suka sebagian isi paketnya. Sebelum menikah, saya sudah jatuh cinta sama gaun pengantin dari satu butik terkenal di Taman Anggrek. Tapi saya nggak seneng make up dan foto pre-wednya. Saya tanya berkali-kali, boleh nggak saya sewa gaunnya aja, tapi nggak boleh. Tanya lagi di hari lain, katanya boleh tapi harganya tetep sama dengan harga paket. Ya akhirnya saya ngeloyor pergi … dan akhirnya nemu butik lain yang paketnya malah lebih lengkap dan saya suka semua item di paketnya. Kalaupun ada item yang saya nggak mau pake, harga paketnya akan berkurang atau bisa ditukar dengan jasa lain yang harganya sama (mis: saya nggak ambil jas pengantin pria tapi untuk gantinya mama saya dibuatkan gaun pesta), jadi sama sekali nggak ada uang yang terbuang. Yang tertarik bisa klik http://w3.weddingku.com/collections/partnerdetail.asp?partnerid=4693&zona=JKT

8. Jangan buru-buru DP. Jangan kemakan omongan sales person untuk cepet-cepet bayar DP dengan iming2, “Diskonnya cuma sampai hari ini …. nanti gaunnya keburu dibooking orang lain loh!” Kalau anda suka dengan model gaun dari satu tempat, kalaupun gaunnya keburu dibooking orang lain, beberapa bulan kemudian akan keluar model baru yang anda akan suka lagi🙂 Dan kalau buru-buru DP tapi kemudian ketemu vendor lain yang anda lebih cocok, anda bisa jadi buang DP di vendor yang lama atau maksa diri untuk tetap pakai vendor yang lama karena nggak ingin DP terbuang. Bayar DP hanya kalau anda sudah banding2 sana sini dan tetap paling cocok dengan vendor tertentu

9. Join forum diskusi wedding. Website seperti http://www.weddingchannel.com atau weddingku.com sangat membantu karena kita bisa tau dimana vendor-vendor yang murah tapi layanannya oke, dan bisa dapat referensi dari orang lain yang sedang persiapkan wedding mereka. Dengan join forum seperti ini, anda tahu kisaran harga yang wajar untuk jasa tertentu sehingga nggak bisa dibohongi vendor🙂

10. Lihat kualitas, bukan merek. Pada hari H, anda nggak akan segitu noraknya koar-koar bahwa gaun anda didesain oleh Vera Wang, sepatu Jimmy Choo, cincin Tiffany & Co, kenang-kenangan Loang & Noi, jas pengantin pria dari Armani, dan gaun mama dibuatkan oleh Sebastian Gunawan🙂 Selama anda look nice and presentable, people don’t care what brands you wear!

11. Buat budget, and stick to it!! Kalau harganya diluar budget anda, coba tawar atau kurangi item-nya (misalnya … kalau dekor budget 10 juta tapi mintanya 15 juta, coba ganti jenis bunga, kurangi standing lower, kurangi ukuran panggung, dsb).

Kami menerapkan semua tips di atas (kecuali #1 dan #3, karena kami resepsi di hotel dan pake videografer) dan irit puluhan juta. Kalau kami gunakan tips #1 dan #3, mungkin iritnya sudah seratusan juta🙂

10 thoughts on “Ngirit Biaya Pernikahan

  1. I agree with you that wedding cake is a TOTAL waste of money, cliche and cheesy.

    Vera Wang gowns are way OVERRATED – too simple and definitely forgettable🙂
    On the other hand, Seba’s gowns are beatiful but I wonder if those gowns warrant the $$$$. After all most people only wear it once or twice.

    For an announcer whom most guests will not give a second look, MC is definitely one of the most overpaid person in the wedding business.

    Sad to say but in some circles (esp in Indonesia), wedding business has grown to be a rather showy and crassy affairs.

  2. mau numpang tanya niy…
    kalo budget cuma berkisar 50 juta-an…bisa bikin wedding yang seperti apa ya?
    trus biasanya balik modal lagi ga siy (dari angpau) ?

  3. Hi Sinta … generally speaking, semakin banyak orang yang kamu undang, kemungkinan balik modalnya makin tinggi karena wedding ‘tu banyak fixed cost yang ga akan berkurang walopun jumlah tamu kamu kurangi (mis: biaya gaun, make up, foto, mobil, honeymoon dsb sama ga peduli berapa tamu yg km undang). Tapi jangan bikin wedding dengan harapan duit bakal balik lah … it’s a celebration, bukan moment u/ cari untung, apalagi kalo sampe minjem duit u/ kawin dengan harapan bakal balik modal / untung😀

  4. keren bangetttt! Cool. Artikel ini sangat membuka wawasan. Tapi untuk nomor 3 susah ya.. kalo ga ada videografernya.. kayaknya gimana gtu.. Thanks bgt ya!

    1. @Fanny: awalnya saya juga merasa aneh kalo ga ada video. Tapi honestly, video is actually annoying annoying … kemana anda pergi ada 2 videografer + 2 staf, plus 2 fotografer + 1 staf. That’s A LOT OF PEOPLE following you around. Dan lampu kamera itu sangat tinggi watt-nya, bikin kita sangat kepanasan. Ketidaknyamanan pengantin ini sangat ga worth it u/ sesuatu yg mahal dan hasilnya hanya dilihat sekali .. seriously. Nobody looks at their wedding video more than a few times. In hindsight, kita sangat ga perlu video. Buat gaya2an doang …

  5. hahaha itu mah pelit mas..
    kalau ingin acara itu berjalan lancar tanpa mengeluarkan tenaga karena pengantin dan keluarga itu seharusnya jadi raja ya gunakan WO (wedding organizer) g semua WO itu memasang budget yg tinggi untuk acara pernikahan. kualitas ok juga tuh.. so buat lah acara pernikahan yg cuma sekali seumur hidup itu dengan baik dan di rekam oleh videographer dengan menggunakan WO

  6. keren juga nih infonya. setuju sama wedding cake, ga perlu gede-gede ya, hehe. Yang no 6 bisa dipraktikkan nih kalau nanti nikah, kebetulan ada sodara yang biasa ngemsi sama bisa nyanyi. . semua keluarga dan teman ternyata bisa ‘dimanfaatkan’ ya. hehe

    thanks infonya. bermanfaat sekali

  7. Setuju banget. Sy juga dulu menerapkan sebagian bsr dr ide2 di atas. Juga gak pke WO krn minta tolong temen2 dan saudara. Hihihi😀 dan biasanya klo hubungan kita baik dg org2 mrk tdk akan merasa terbebani atau menuduh kita “pelit” dsb krn mrk malah sangat senang karna merasa “dilibatkan” dan “berperan” dalam hari spesial kita. Nice article🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s